Episode 484 dari anime epik One Piece membawa penontonnya ke dalam pusaran emosi dan aksi yang tak terbendung.
Dengan judul “Marine Headquarters Runtuh! Kemarahan Sunyi Whitebeard!”, episode ini memulai gelombang kejutan dan ketegangan yang mempengaruhi para karakter utama.
Pertama-tama, kita disuguhi adegan yang memilukan ketika Luffy, sang protagonis, mengalami breakdown setelah menyaksikan kematian tragis saudaranya, Ace.
Kematian Ace bukan hanya kehilangan bagi Luffy, tetapi juga sebuah pukulan berat bagi para penggemar yang telah mengikuti perjalanan mereka.
Jinbe, salah satu karakter yang bijaksana, mengambil langkah tegas dengan membawa Luffy pergi untuk melindunginya dari bahaya yang lebih besar.
Namun, keberangkatan Jinbe dan Luffy tidak menghentikan gelombang emosi.
Whitebeard, salah satu tokoh legendaris dalam dunia One Piece, meluapkan kemarahannya pada Akainu setelah menyaksikan kematian Ace.
Dalam aksi yang memukau, Whitebeard berhasil mengalahkan Akainu, meskipun dengan konsekuensi yang sangat mahal bagi tubuhnya yang terluka parah.
Determinasi dan kekuatan Whitebeard terpancar saat dia mulai menghancurkan Marine Headquarters sebagai ekspresi kemarahannya yang mendalam.
Namun, episode ini tidak berhenti di situ. Ketegangan semakin meningkat dengan kedatangan Blackbeard dan krunya di Marine Headquarters.
Blackbeard, dengan keangkerannya, menyatakan kegembiraannya atas kedatangan yang tepat waktu untuk menyaksikan kematian Whitebeard.
Kehadiran Blackbeard menambah kompleksitas pada situasi yang sudah tegang, menjanjikan konflik yang lebih besar di masa depan.